Home / Berita Indonesia / Orangutan Mati Dengan 130 Peluru Di Tubuhnya

Orangutan Mati Dengan 130 Peluru Di Tubuhnya

Kabarliputan6. com, – Orangutan kembali mati dengan tragis. Saat diketemukan dalam keadaan sekarat, telapak kaki kirinya tidak ada. Penglihatannya hilang. Beberapa ratus peluru dari senapan angin juga diketemukan bersarang di badannya.

Orangutan itu diketemukan di Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimatan Timur. Tim medis pada akhirnya tidak berhasil menyelamatkan nyawanya sesudah berjuang dalam tempo gawat.

” Saat itu Orangutan itu tengah melakukan Nekropsi di RS PKT Bontang, ” kata Pengurus Centre Orangutan Protection (COP), Ramadhani, di Bontang, Rabu awal hari (7/2/2018).

Orangutan nahas itu berkelamin jantan. Usianya sekitaran 5 sampai 7 th.. Ia diketemukan waktu pertama kalinya oleh warga sekitaran di embung dalam Taman Nasional Kutai (TNK) Kutai Timur, Sabtu, 3 Februari 2018.

” Warga yang temukan lantas melapor ke Balai TNK (Taman Nasional Kutai) serta segera dilaksanakan pengecekan, ” kata Ramadhani.

Kemudian, petugas dari Center for Orangutan Protection berupaya mengevakuasi jasad orangutan. Baru pada Senin, 5 Februari 2018, orangutan itu dapat dievakuasi serta tiba di kantor Balai TNK pada jam 24. 00 Wita.

” Tim segera lakukan check keadaan Orangutan ketika itu juga serta ditemui kalau keadaan Orangutan itu benar-benar lemah. Guna kepentingan kontrol, tim COP lakukan pembiusan, tapi keadaan Orangutan itu selalu alami penurunan, ” papar Dhani.

Pada Selasa awal hari, 6 Februari 2018, persisnya jam 01. 55 Wita, Orangutan itu mati karna keadaan fisik yang selalu alami penurunan pasca-pembiusan.

” Dari hasil rontgen, dibagian kepala saja ada 74 peluru bersarang. Selama ini, ada sekitaran 130 peluru bersarang di badan Orangutan itu, ” kata Dhani.

Dhani menjelaskan, tidak seluruh peluru yang bersarang di badan orang-tua nahas di keluarkan oleh tim autopsi. Hanya 48 butir saja yang di keluarkan dalam sistem autopsi yang berjalan sepanjang sekitaran empat jam serta dilaksanakan Polres Bontang serta Kutai Timur, dan KLHK itu.

Menurut ia, jumlah 48 butir peluru itu masih tetap tambah lebih sedikit dari hasil photo rontgen yang mendeteksi paling tidak ada kurang lebih 130 butir peluru yang bersarang di badan Orangutan itu.

” Peluru itu nyaris sama rata di sekujur badan Orangutan, tapi paling banyak dibagian kepala terdeteksi ada 74 butir peluru. Bekasnya berada di sisi tangan, kaki serta dada, ” ungkap Dhani, ditulis Pada.

Ia memberikan, beberapa tembakan yang di terima di bagian kepala, termasuk juga di sekitaran mata, menjadikan ke-2 mata Orangutan itu alami kebutaan.

Tim autopsi juga temukan banyak sisa luka di sekujur badan primata itu. Ada pula luka terbuka masih tetap baru jumlah 19 titik yang disangka dari benda tajam.

” Jadi, sangkaan sesaat penyebabnya kematian Orangutan itu karna ada infeksi luka lama maupun yang baru berlangsung, ” kata Dhani.

Dhani mengungkap, sekitaran 130 butir peluru yang bersarang di badan primata itu yaitu yang paling banyak dalam histori perseteruan pada Orangutan dengan manusia yang sempat berlangsung di Indonesia.

Menurut data COP, pada Mei 2016 sempat berlangsung masalah sama dengan tempat yang tidaklah terlalu jauh dari ruang penemuan teranyar ini. Namun, masalah itu tidak tersingkap sampai saat ini.

” Kami juga akan bekerjasama dengan aparat kepolisian serta KLHK untuk duanya sama membuka masalah kematian Orangutan ini. Pengalaman dua minggu lantas pembunuhan Orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah, dapat tersingkap oleh Polda Kalteng, hingga kami meyakini aparat penegak hukum bisa merampungkan masalah di Kalimantan timur, ” tuturnya.

 

 

 

About admin

Check Also

Status FB Pilot Garuda Dinonaktifkan, Ditunding Berpihak Pada Teroris

Status FB Pilot Garuda Dinonaktifkan, Ditunding Berpihak Pada Teroris

Kabarliputan6 – Status FB Pilot Garuda Dinonaktifkan, Ditunding Berpihak Pada Teroris. Insiden berdarah bom Surabaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: